"Minimal Deposit Rp. 20.000 | Cs Yang Ramah & Inspiratif Siap membantu 24 Jam | Proses Depo & WD Dengan Mudah Tanpa Ribet dan Tercepat - Contact www.juraganqq.net | BBM: 33449B3B / D8ED72FC | INSTAGRAM :juriganqq_official "

Selasa, 02 Januari 2018

Ini Akira, WN Jepang Pelaku Eksploitasi Seks Anak Jalanan

Ini Akira, WN Jepang Pelaku Eksploitasi Seks Anak Jalanan


Juraganqq.net - Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pria warga negara (WN) Jepang, Ando Akira (49) atas dugaan eksploitasi seksual terhadap anak jalanan. Tersangka Akira mendapatkan korban yang dijual oleh tersangka Dinah (51) yang berperan sebagai mami atau muncikari.


Akira ditangkap di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (31/12/2017). Akira diketahui bekerja sebagai koki di sebuah restoran Jepang di Jakarta. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tersangka Akira mencabuli korban N (13) dan J (11) di sebuah hotel di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar Oktober 2017 lalu.

"Awalnya 'maminya' itu, tersangka Dinah itu menawarkan seks korban N dan J kepada tersangka AA ini," ujar Argo kepada Juraganqq.net, Rabu (3/1/2018).

Pada saat itu, disepakati pembayaran untuk layanan jasa seks itu sebesar Rp 1 juta untuk satu orang korban. Tersangka Dinah kemudian membawa kedua korban tersebut ke hotel tersebut.

"Kemudian tersangka AA ini di dalam hotel melakukan pencabulan terhadap kedua korban," sambungnya.

Uang pemberian dari tersangka Akira ini kemudian diberikan kedua korban kepada mami Dinah. Uang hasil melayani Akira itu dipotong oleh sang mami.

"Uang tersebut disetorkan ke Mami Dinah masing-masing sebesar Rp 400 ribu," tutur Argo.

Atas perbuatannya itu, tersangka Akira dijerat Pasal 76 huruf i jo Pasal 88 UU RI No 35 th 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 6 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Polisi telah mengirimkan surat ke Kedubes Jepang terkait penangkapan Akira ini. ini. 
(mei/jbr)

Senin, 25 Desember 2017

Sebelum Ditemukan Tewas, Serma Achmad Abis Antarkan Istri Ke Rumah Sakit

Sebelum Ditemukan Tewas, Serma Achmad Abis Antarkan Istri Ke Rumah Sakit



Juraganqq.net - Jenazah Sersan Mayor (Serma) Achmad (45) yang tewas dengan penuh luka dan mulut terikat kain telah diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah anggota Detasemen Markas (Denma) Divisi Infantri (Divif) 2 Kostrad Singosari itu langsung dimakamkan di Pemakaman Sumberwaras Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (25/12).


Ketiga anak dan istri almarhum turut mengantar jenazah korban hingga ke liang lahat.

Jasad Serma Achmad ditemukan oleh warga Dusun Boro Kandang, Desa Dengkol RT 04 RW 05 Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/12) pagi. Warga melihat jasadnya terlentang di saluran air dengan mulut terikat kain tanpa mengenakan celana.

Tidak seorang pun mengenali identitasnya saat itu, hingga dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun dari kaos yang dikenakan, sempat dicurigai korban sebagai anggota TNI.

Kecurigaan tersebut yang kemudian dikembangkan hingga menggarah korban sebagai anggota Detasemen Markas (Denma) Divisi Infantri (Divif) 2Singosari Kostrad . Secara fisik keluarga korban akhirnya dapat mengenali dari ciri fisik dan pakaian yang dikenakan terakhir kali.

"Anak korban mengenali dari tahi lalat di hidung dan pakaian yang terakhir dikenakan," kata Wakapolres Malang, Deki Hermansyah di RSSA, Senin (25/12).

Korban sendiri terakhir kali mengantarkan istrinya kerja di sebuah rumah sakit di Kota Malang. Namun tahu-tahu korban sudah ditemukan meninggal dunia dengan kondisi seperti di atas. Sementara dompet dan kendaraan yang digunakan korban hingga saat ini belum ditemukan.

Achmad diduga menjadi korban pembunuhan karena kondisi saat ditemukan dalam keadaan mulut terikat kain. Kepala korban terdapat luka dan bercak darah diduga karena pukulan menggunakan alat. [gil]
\
\

Minggu, 17 Desember 2017

Pemilik Diskotek MG yang Memproduksi Sabu Cair Buron

Pemilik Diskotek MG yang Memproduksi Sabu Cair Buron


Juraganqqq.net - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menetapkan lima pegawai Diskotek MG Internasional Club, Tubagus Angke, Jakarta Barat, menjadi tersangka dugaan peredaran narkoba.


Meski sudah menetapkan lima tersangka, pihak BNN masih mengejar pemilik dan bendahara diskotek.

"Pemilik dan bendaharanya masih kita lacak. Masih kita kejar," kata Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI, Brigjen Johny Latuperrisa di lokasi penggerebekan, Minggu 17 Desember 2017.

Perihal identitas pemilik dan bendahara diskotek MG yang buron tersebut, Johny enggan menjelaskan. Ia juga tidak menjelaskan dua buronan itu kabur atau memang tidak ada di tempat saat penggerebekan. "Nantilah, masa kita beberkan sekarang, masih dikejar," ujar dia.

Sebelumnya, Diskotek MG International Club digerebek BNN dini hari tadi. Selain sebagai lokasi hiburan malam, tempat itu juga diduga jadi sarang produksi dan peredaran narkoba.

Hasil penggeledahan, pabrik sabu dan ekstasi terletak di lantai empat gedung. Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Arman Depari memastikan, laboratorium penghasil narkoba yang ada itu berskala besar.

Narkoba yang diproduksi serta dijual di diskotek MG berbentuk sabu cair. barang haram itu dimasukkan dalam botol air mineral ukuran 330 ml dan dibanderol Rp400 ribu per botol.

Tidak sembarang orang bisa memesan sabu cair yang dijual. Pelanggan mesti memiliki kartu anggota diskotek yang sudah disediakan.

Sekitar 120 orang yang merupakan pengunjung dan pekerja digiring petugas lantaran positif menggunakan zat terlarang jenis metamfetamin (sabu) dan amfetamin (ekstasi).

Sementara lima pegawai diskotek sudah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah Wastam (43), Ferdiansyah (23), Dedi Wahyudi (40), Mislah (45), dan manajer diskotek, Fadly. (mus)

Sabtu, 16 Desember 2017

Sayeret Matkal, Pasukan Elite Israel Yang Jadi Mimpi Buruk Musuhnya

Sayeret Matkal, Pasukan Elite Israel Yang Jadi Mimpi Buruk Musuhnya


 Bagi musuh-musuhnya, dia adalah mimpi buruk. Namun bagi Bangsa Israel, pasukan elite Sayeret Matkal adalah pahlawan dan kebanggaan mereka. Dalam berbagai operasi, pasukan baret merah ini lah yang selalu menjadi andalan Israeli Defence Forces.


Semua situs militer menempatkan Sayeret Matkal di posisi lima besar pasukan elite terbaik dunia. Mereka dilatih dengan keras, menggunakan persenjataan yang terbaik dan kenyang berbagai operasi militer untuk mempertahankan wilayah yang diklaim mereka sebagai tanah air Bangsa Yahudi.

Awalnya tahun 1954, Israel merasa perlu untuk membentuk satu tim yang memiliki kemampuan intelijen khusus. Selain itu harus mampu beroperasi hingga ke belakang garis pertahanan musuh untuk mengumpulkan informasi. Dibentuklah Unit 157. Personelnya dipilih dari anggota pasukan payung alias paratroopers yang terbaik dan memiliki kemampuan tinggi.

Namun butuh waktu panjang bagi pasukan ini untuk menunjukkan eksistensinya. Dalam perang Enam Hari dan Yom Kippur, Sayeret Matkal malah tak diterjunkan dalam misi-misi tempur. 

Kesempatan datang dalam operasi pembebasan sandera di Ma'alot bulan Mei 1974. Sebuah pemukiman Yahudi yang berjarak enam kilometer dari perbatasan Libanon.

Tiga anggota Front Kemerdekaan Palestina membunuh warga sipil di sana. Mereka juga masuk ke sekolah dan menyandera 102 murid.

Lampu hijau diberikan bagi Sayeret Matkal untuk menyerang gedung sekolah. Tiga tim bergerak ke sana. Namun nahas, di tengah baku tembak tak kurang dari 25 siswa sekolah tewas dalam operasi pembebasan sandera. 

Tiga orang penyandera tewas. Namun total 31 warga Israel juga tewas dalam peristiwa yang dikenal sebagai Pembantaian Ma'alot ini. Kegagalan ini jadi pukulan berat bagi Sayeret Matkal.


Tahun 1976, kembali ada kesempatan bagi pasukan baret merah ini untuk membuktikan diri. Lima warga Palestina membajak pesawat Air France berisi 246 penumpang dan memaksa pilot mendarat di Uganda. Pemerintah Israel mengirimkan Sayeret Matkal untuk membebaskan sandera.

Mereka diterbangkan dengan C-130 Hercules. Dalam waktu singkat, pasukan elite ini bergerak melumpuhkan para penyandera dan tentara Uganda yang melindungi mereka. 

Pimpinan pasukan Letkol Yonatan Netanyahu tewas dalam baku tembak. Namun, mereka berhasil membawa sisa sandera dan jasad komandannya kembali ke Israel. Dalam penyerbuan ini, tiga penumpang tewas dan 10 lainnya terluka. Seluruh tujuh pembajak bersama 45 tentara Uganda tewas.

Operasi di Entebee melambungkan nama Sayeret Matkal. Dia langsung disejajarkan dengan pasukan elite dunia seperti Delta Force, SAS dan GIGN dari Prancis. Sebuah operasi yang dianggap mustahil, mulai dari pengiriman pasukan hingga evakuasi para sandera dari wilayah musuh, berhasil dilakukan dengan baik.

Sayeret Matkal juga dikirimkan dalam misi-misi khusus memburu para petinggi PLO yang berada di Beirut, Libanon. Tanggal 9 Maret 1973, Unit Sayeret Matkal menyusup dengan kapal peluncur misil ke perairan Libanon. Setelah itu mereka mendayung perahu karet ke pantai dan langsung menuju target mereka di jantung Kota Beirut.

Para personel ini tak ada yang mengenakan seragam militer. Mereka bergaya bak remaja yang baru pulang dari diskotik. Bahkan ada beberapa personel Sayeret Matkal mengenakan pakaian wanita digandeng oleh pacar-pacar mereka. 

Dua polisi Libanon yang berjaga tak menyangka jika anak-anak muda setengah mabuk itu adalah para algojo pencabut nyawa. Sebelum sadar, peluru dari pistol berperedam sudah meluncur telak mengakhiri hidup mereka.

Para personel Sayeret Matkal menghabisi Muhammad Youssef al-Najjar, pemimpin gerakan Black September. Mereka juga menembak mati Kamal Nasser, juru bicara dan anggota komite eksekutif PLO di apartemennya.

Pasukan elite Israel yang lain juga melakukan hal serupa pada target lainnya. Sejumlah target dihancurkan, ratusan dokumen penting berhasil dicuri. Sementara puluhan pejuang PLO tewas dalam baku tembak malam itu.


Pasukan Sayeret Matkal kembali diterjunkan dalam Perang Libanon tahun 1982. lalu operasi menghadapi Gerakan Intifada I para pejuang Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat tahun 1988. Selenjutnya Operasi Tameng Pelindung tahun 2000 hingga 2004.

Wilayah yang tak pernah sepi dari konflik membuat Sayeret Matkal tak pernah kehilangan kesiapsiagaan. Mereka juga terus berlatih dan mengadopsi teknik tempur terbaru.

Para personelnya jago bela diri dan menembak. Mereka juga ahli menyusup jauh ke wilayah musuh, baik secara tim atau seorang diri. Setiap anggota juga dibekali teknik pertempuran jarak dekat, antiteror dan pembebasan sandera.

Tahun 2003, seorang sopir taksi Israel bernama Eliyahu Gurel diculik setelah mengantar empat orang Palestina ke Yerusalem. Pasukan Sayeret Matkal segera diterjunkan untuk membebaskan Eliyahu.

Mereka kemudian menggerebek sebuah rumah di pemukiman padat di Tepi Barat dan menemukan Eliyahu di dalam sebuah lubang rahasia di rumah itu. Seorang wanita dan dua pria yang terlibat penculikan juga dibekuk.


Kamis, 14 Desember 2017

Jurus Berkelit Setya Novanto Berakhir?

Jurus Berkelit Setya Novanto Berakhir?



Juraganqq.net - Jakarta - Setya Novanto tidak datang dengan kepala tegak untuk menjalani sidang perdana dalam kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Rabu siang, 13 Desember 2017. Ia juga tak lantang membantah tuduhan yang dialamatkan jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Mantan Ketua DPR itu bungkam, diam, menunduk, menampilkan sosok sebagai korban, dan seakan tak mendengar hakim yang bicara dengan pengeras suara. Ia mengaku sakit parah. Namun, hasil pemeriksaan empat dokter dari RSCM mematahkan dalihnya.



Setya Novanto mengklaim buang air besar sampai 20 kali selama dua hari belakangan karena diare parah. Namun, kata penjaga rutan, ia hanya dua kali ke toilet.

Selama duduk di kursi pesakitan, Setya Novanto selalu tampak lemas dan membisu. Padahal menurut jaksa, ia sudah makan siang dan sebelumnya sanggup berkomunikasi dengan para dokter yang memeriksanya.

Sikapnya tak mengundang simpati dari majelis hakim yang memutuskan melanjutkan sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan itu. Belas kasihan pun tak datang dari publik. Yang muncul justru dugaan bahwa Setya Novanto sedang bersiasat untuk mengulur waktu.

Anggota Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Lola Easter, mengatakan siasat Setnov itu bisa dibaca dari keterangan yang berbeda antara tim dokter dan terdakwa.

"Itu perilaku yang sangat disayangkan. Seharusnya Setya Novanto lebih kooperatif. Di pengadilan, itu adalah kesempatan untuk menunjukkan dia (terlibat atau tidak). Harusnya dia tidak perlu lagi macam-macam membuat-buat alasan," ujarnya kepada Juraganqq.net Rabu malam.

Lola menduga, sikap Setnov terkait dengan masih digelarnya sidang praperadilan yang memeriksa soal keabsahan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK.

Besar kemungkinan, Setya Novanto masih menjaga asa bahwa hakim akan memutuskan penetapan dirinya sebagi tersangka tidak sah.

Sebelumnya, jalur praperadilan pernah membebaskannya dari status tersangka. Kala itu, ia yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit mendadak sehat.

"Putusan praperadilan kalau tidak salah dibacakan besok (Kamis). Patut diduga itu untuk mengulur waktu agar sampai pembacaan putusan praperadilan besok," ujar peneliti ICW tersebut


Lebih dari itu, sikap Setnov di Pengadilan Tipikor pada Rabu kemarin bukan tidak mungkin akan merugikan dia dalam persidangan selanjutnya.

"Sikap tidak kooperatif itu bisa menjadi pertimbangan hakim untuk memberatkan putusan nantinya. Tapi ini kan baru sidang pertama, lihat saja sikapnya nanti," ujar Lola.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Dia mengatakan, pihaknya akan mempelajari sikap Setnov selama di persidangan. Dia juga menuturkan, semua tersangka, termasuk Setnov, berpotensi dihukum maksimal jika tidak kooperatif.

"Semua tersangka punya potensi dihukum maksimal kalau tidak kooperatif atau berbelit-belit," ujar Saut Situmorang saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Menurut dia, mantan Ketua DPR itu dalam kondisi sehat untuk mengikuti sidang dakwaan. Sebab, tim dokter RSCM telah melakukan pemeriksaan, sebelum membawa Setnov ke Pengadilan Tipikor.

"Dokter sudah menyatakan kondisi yang bersangkutan itu sehat, sebabnya sidang lanjut," Saut menjelaskan.

Dia pun merasa heran terkait sikap Setnov yang bungkam saat ditanya majelis hakim. Padahal, dalam hasil pemeriksaan dokter KPK pagi hari sebelum sidang, Setnov bisa berkomunikasi dengan baik.

"Apa latar belakang yang bersangkutan diam? Entar akan bisa tahu, siapa tahu sakit gigi, misalnya," kata Saut.

Di sisi lain, Plt Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, berharap JPU KPK tak menyalahkan dan menuding Setya Novanto berbohong.

"Kita menghormati profesi masing-masing. Kita menentukan sikapnya. Tidak ada gunanya kita saling menyalahkan dan saling menuduh. Biarlah proses berjalan," ujar dia.

Yang jelas, "drama tiga babak" di awal persidangan perdana kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto telah berakhir.

Berniat Melerai, Pemuda ini Malah Menusuk Duda Yang Bertengkar Dengan Pelayan Kafe

Berniat Melerai, Pemuda ini Malah Menusuk Duda Yang Bertengkar Dengan Pelayan Kafe




Juraganqq.net - Yulizar (41), tewas bersimbah daerah setelah tubuhnya terkena tusukan sebilah pisau. Peristiwa itu terjadi di depan salah satu kafe di kawasan Bukit Lampu, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat pada Kamis (14/12) dini hari pukul 03.00 WIB.


Pria yang berstatus duda itu tewas dengan empat tusukan di bagian punggung, rusuk dan dada. Saat ini jasad korban telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Barat untuk dilakukan visum demi kepentingan penyelidikan.

Tak butuh lama bagi polisi memburu pelaku. Armet Jamal alias Memet Pesisir (37) dibekuk polisi di rumah temannya Kawasan Koto Baru Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat.

"Pelaku kita amankan tanpa perlawanan dan saat ini telah dimintai keterangan di Mapolresta Padang. Barang bukti yang kita temukan berupa sebilah pisau bergagang kayu sepanjang 20 sentimeter dan sarungnya berwarna hitam," terang Kasat Reskim Polresta Padang, Kompol Daeng Rahman, Kamis (14/12).

Dari tangan Memet, disita barang bukti sebilah pisau yang diduga kuat digunakan pelaku untuk membunuh korban.

Daeng menambahkan, kejadian ini bermula saat korban bertengkar dengan seorang wanita di dalam kafe tersebut. Wanita itu merupakan pekerja di kafe itu.

"Berdasarkan informasi di lapangan peristiwa itu bermula ketika korban datang dan ribut-ribut dengan seorang wanita. Kemudian pelaku ini keluar dengan bermaksud melerai keributan antara korban dengan wanita itu," terangnya.

Dikatakannya, kuat dugaan penikaman terjadi akibat korban tidak terima dilerai oleh pelaku. Sehingga terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban yang berujung penusukan.

"Korban mengalami empat tusukan di antaranya di bagian punggung, rusuk, dan dada. Korban tewas di lokasi pertengkaran dan langsung dibawa ke rumah sakit," jelas dia.


Daeng Rahman mengungkapkan, setelah kejadian pelaku saat ini telah ditangkap di rumah rekannya berikut dengan barang bukti sebilah pisau. Hingga saat ini pelaku masih diperiksa secara intesif oleh penyidik untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan. [lia]


Pergoki Istri Bersama Teman Lelaki Di Rumah Suami Cemburu Dan Nekat Gantung Diri

Pergoki Istri Bersama Teman Lelaki Di Rumah Suami Cemburu Dan Nekat Gantung Diri 


Juraganqq.net - Seorang pemuda bernama Nurhidayatulloh berusia 24 tahun ditemukan sudah tak bernyawa di kontrakannya di Jalan Suka Bakti ISI, RT 02 RW 05, Kelurahan Seruan Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Saat itu, Nur ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali plastik di pintu kamar mandi tempatnya mengontrak. 




Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yuriko menjelaskan, korban diketahui baru dua Minggu menghuni kontrakan tersebut bersama istrinya. Awalnya, sekira pukul 06.00 WIB, seorang saksi yang merupakan tetangga korban melihat korban sedang berada di halaman rumah.

"Saat itu di dalam rumah ada istrinya dengan temannya yang merupakan laki-laki. Namun, setelah berselang kemudian saksi membeli sayuran dan minuman dan mendapati korban sudah tidak ada di depan rumah," ujar Alexander melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Kamis (14/12).

"Diduga kuat ada masalah asmara, dugaan selingkuh," sambungnya menjelaskan siapa teman istri korban.

Lanjutnya, sekira pukul 11.30 WIB istri korban berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut mengundang perhatian para warga.

"Setelah masuk ke TKP dua orang saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi dengan tali plastik," ujarnya.

Saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi justru menemukan barang bukti sebuah bong alat penghisap sabu yang diduga milik korban.

"Kita belum bisa memastikan apakah korban penggunaan narkoba atau bukan. Kita masih selidiki soal korban gantung diri," katanya.

Atas temuan jenazah, polisi membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. "Ke RS Fatmawati untuk dilakukan autopsi," pungkasnya